olahraga dari Indonesia berasal dari tradisi dan kebudayaan

Dirilis Tanggal : 01 April 2020

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang berolahraga. Mulai dari sepak bola, basket, hingga voli jadi langganan olahraga yang digemari pecinta olahraga. Namun, tahukah Anda jika Indonesia memiliki berbagai jenis olahraga tradisional yang tidak hanya seru, tetapi juga bermanfaat dalam melatih ketangkasan fisik?

Beda dengan olahraga pada umumnya, olahraga dari Indonesia berasal dari tradisi dan kebudayaan daerah asalnya. Nah, karena Indonesia bermacam-macam suku dan budayanya, tidak heran jenis olahraga tradisionalnya pun sangat beragam. Kerennya lagi, beberapa olahraga khas Indonesia telah resmi menjadi cabang olahraga nasional dan internasional, lho. Apa saja ya?

1. Pencak Silat
Nah, siapa sih yang yang tidak tahu olahraga bela diri khas Indonesia ini? Konon olahraga ini sudah ada sejak abad ke-7 Masehi. Pada jaman dahulu pencak silat digunakan para pendekar kerajaan Majapahit dan Sriwijaya untuk melatih kemampuan bela dirinya. Bukti peninggalan sejarahnya dapat dilihat dari artefak senjata pada zaman Kerajaan Hindu-Budha dan relief posisi kuda-kuda silat di Candi Prambanan dan Borobudur. Olahraga legendaris ini, hingga saat ini, masih populer bahkan menjadi cabang olahraga di ajang internasional, lho.

2. Sepak Takraw
Sepak takraw bisa dibilang primadona di Asia Tenggara. Bagaimana tidak? Olahraga ini juga terkenal di negara-negara seperti Malaysia, Laos, Filipina, dan Thailand. Olahraga yang menggunakan bola dari anyaman rotan ini pertama kali dimainkan pada abad ke-15 masa Kesultanan Melayu. Cara memainkannya pun unik seperti gabungan olahraga sepak bola dan voli. Bola tidak boleh disentuh tetapi disepak hingga melampaui net yang dibentangkan di tengah lapangan. Manfaatnya? Jangan ditanya lagi. Olahraga ini selain dapat melatih kekuatan otot-otot kaki, juga dapat melatih kerjasama tim.

3. Lompat Batu
Fahombo atau yang sering dikenal dengan sebutan lompat batu adalah tradisi masyarakat Pulau Nias. Tradisi yang berbentuk olahraga ini diikuti oleh pemuda Nias. Mereka yang berhasil melompati batu yang tingginya lebih dari 2 meter dianggap sudah dewasa dan siap untuk mengikuti perang. Kini, dalam tradisinya, pemuda yang berhasil akan dianggap dewasa untuk memikul tanggung jawab dan siap menikah. Serunya lagi, keluarga akan membuat pesta dengan menyembelih ternaknya jika si pemuda berhasil.

4. Egrang
Dulunya egrang digunakan untuk menghindari genangan air atau banjir. Egrang adalah dua bilah tongkat panjang yang dirancang agar seseorang bisa berdiri di atas ketinggian tertentu. Kini, egrang kerap dijadikan perlombaan di hari Kemerdekaan. Menarik untuk dicoba, egrang dapat melatih keseimbangan dan otot-otot tubuh.

5. Karapan Sapi
Olahraga yang berasal dari Madura, Jawa Timur ini, biasa dilombakan pada bulan Agustus hingga Oktober setiap tahunnya. Seperti namanya, karapan sapi dilakukan dengan menggunakan sepasang sapi yang diikat pada kereta dari kayu yang dikendalikan oleh joki, dan beradu cepat dengan sapi lainnya. Sama seperti egrang, olahraga karapan sapi juga bermanfaat dalam melatih keseimbangan tubuh.

6. Pathol
Selain pencak silat, Indonesia juga punya jenis olahraga bela diri lainnya, yaitu pathol. Olahraga tradisional sejenis gulat ini berasal dari Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Awalnya, pathol merupakan acara sayembara untuk mencari kesatria terbaik yang bisa diamanatkan untuk menjaga pelabuhan Tuban, yang pada waktu itu rentan diserang perompak dan penyamun.

Kini pathol dijadikan sebagai suatu olahraga bela diri, seperti halnya silat. Gulat pathol biasanya digelar di pesisir pantai menjelang purnama, atau pada hari-hari istimewa seperti upacara sedekah laut, yang merupakan tradisi masyarakat setempat.

7. Pacu Jalur
Dikelilingi perairan, rasanya tidak lengkap jika Indonesia tidak memiliki jenis olahraga air. Salah satu yang menarik adalah pacu jalur, olahraga perahu dayung tradisional asli Riau. Olahraga ini menggunakan perahu sepanjang 25–40 meter dengan awak sebanyak 40–60 orang.

Olahraga ini awalnya diselenggarakan di desa-desa sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, atau Tahun Baru Islam. Namun kini, olahraga pacu jalur sudah masuk ke dalam event tahunan nasional, setiap tanggal 23–26 Agustus.

8. Bakiak/Terompah/Galuak
Meski terlihat seperti permainan, bakiak atau yang juga dikenal dengan nama terompah atau galuak merupakan olahraga tradisional asli Indonesia. Sebab untuk melakukannya, dibutuhkan ketangkasan fisik, kerja sama, kreativitas, wawasan, serta kejujuran. Alat untuk melakukan olahraga ini terbuat dari terompah deret dari papan, yang kemudian diberi tali karet sebagai selop. Dalam satu bakiak minimal dimainkan oleh 3 orang.


Wah, banyak juga ya olahraga khas Indonesia. Apakah Anda sudah pernah atau akan mencoba satu diantara 8 olahraga ini?